Header Ads

Header ADS

Dampak Penggunaan Merkuri pada Kulit


Oleh : Ahmad Hasan Irvansah, Aska Nahari Febriani, Uli Ma’rifatil, Fitrotus Sururoh
Memiliki wajah yang cantik atau menawan adalah hal yang diingankan oleh banyak wanita, sebab dengan berpenampilan menarik akan menambah kepercayaan diri dalam melakukan berbagai macam kegiatan, baik dalam ranah publik atau hanya dalam lingkup lingkungan sekitar saja, seperti dalam perkumpulan arisan, jamaah pengajian dan lain sebagainya. Bahkan, akan banyak kita temui persyaratan untuk masuk kedalam dunia kerja kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan adalah berpenampilan menarik, tentu hal ini menjadi salah satu alasan kenapa wanita ingin terlihat cantik.
Karena kecantikan adalah impian banyak wanita, maka banyak sekali produk produk kecantikan yang menawarkan banyak iming iming, seperti wajah glowing, wajah merona, wajah sehat, dan lain sebagainya. Bagi beberapa orang yang menjaga kesehatan kulit tentu akan memilih produk yang lebih teruji seperti sudah lolos BPOM, berlabel halal dari MUI, atau rekomendasi dari dokter. Namun, ada juga produk yang menawarkan efek glowing secara instan tapi dampaknya untuk kulit sangat berbahaya karena mengandung zat - zat yang dapat merusak kulit, yaitu produk - produk kecantikan yang mengandung merkuri.

Kandungan merkuri pada produk kecantikan sekarang banyak ditemui, dan banyak juga yang menggunakan tanpa memikirkan efek samping dari penggunaan merkuri tersebut. Merkuri mengandung senyawa klorida yang akan melepaskan asam klorida sehingga menyebabkan pengelupasan pada lapisan epidermis kulit. Senyawa klorida (HgCl2) adalah senyawa yang sangat beracun yang mudah menguap pada suhu biasa maupun besar. Selain senyawa klorida, dalam sebuah kosmetik juga terdapat senyawa merkuri anorganik yang sering digunakan sebagai campuran skincare seperti sabun, krim, lotion, yang seharusnya merkuri ini digunakan dalam pengawetan kayu, pembalseman, bahan kimia pabrik, bahan pembuatan baterai, pencetakan kain dan kimia analitik, sebagai desinfektan, fungisida dan insektisida. Dan ini sangat berbahaya jika terkena kulit. 

Efek paling umum dari paparan merkuri pada kulit adalah iritasi dan alergi. Merkuri dapat menyebabkan kemerahan, gatal, bengkak, dan ruam pada kulit. Paparan merkuri dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan kulit yang lebih serius. Merkuri dapat mengganggu produksi melanin, pigmen yang melindungi kulit dari sinar UV. Hal ini dapat mengakibatkan kulit menjadi lebih gelap, kusam, dan muncul bintik-bintik hitam. Selain itu, merkuri juga dapat merusak kolagen dan elastin, protein yang menjaga elastisitas dan kekencangan kulit. Hal ini dapat menyebabkan kulit menjadi kendur, berkerut, dan terlihat lebih tua. 

Efek merkuri pada kulit tidak hanya terbatas pada penampilan. Merkuri juga dapat menembus kulit dan masuk ke dalam aliran darah, di mana ia dapat merusak organ-organ vital seperti ginjal, hati, dan otak. Paparan merkuri juga berpengaruh pada ibu hamil dapat membahayakan perkembangan janin dan menyebabkan cacat lahir. Dampak kesehatan lain yang tidak boleh diabaikan adalah gangguan sistem imun, di mana merkuri dapat menekan kekebalan tubuh dan membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit lainnya. 

Tantangan utama dalam mengatasi penggunaan merkuri dalam kosmetik adalah regulasi yang lemah dan kurangnya kesadaran di kalangan konsumen. Di banyak negara berkembang, produk kosmetik yang mengandung merkuri masih dijual secara bebas tanpa pengawasan yang memadai. Kurangnya regulasi yang ketat membuat produsen terus memproduksi dan mendistribusikan produk berbahaya ini. Meskipun banyak negara maju telah melarang atau membatasi penggunaan merkuri dalam kosmetik, tantangan besar tetap ada di negara-negara dengan regulasi yang longgar dan kurangnya penegakan hukum yang efektif. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai badan kesehatan internasional lainnya telah mengeluarkan peringatan tentang bahaya merkuri dalam kosmetik, tetapi upaya ini sering kali tidak cukup untuk mengurangi penggunaan merkuri secara signifikan di seluruh dunia.

Untuk melindungi konsumen dan lingkungan, perlu adanya langkah-langkah yang lebih tegas. Pertama, edukasi konsumen harus ditingkatkan dengan kampanye publik yang menyeluruh agar meningkatkan kesadaran tentang bahaya merkuri dan mendorong konsumen untuk memilih produk yang aman. Kedua, pemerintah perlu menerapkan regulasi yang lebih ketat terhadap penggunaan merkuri dalam kosmetik. Produk yang melebihi batas aman merkuri harus ditarik dari pasar dan produsen yang melanggar aturan harus dikenai sanksi yang tegas. Ketiga, pengawasan pasar perlu ditingkatkan. Pengujian rutin terhadap produk kosmetik untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan sangat penting. Terakhir, industri kosmetik perlu didorong untuk berinovasi dengan menggunakan bahan-bahan alami dan aman sebagai pengganti merkuri. Alternatif yang lebih aman ini tidak hanya melindungi kesehatan konsumen, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan.

Penggunaan merkuri dalam produk skincare merupakan ancaman serius bagi kesehatan dan lingkungan yang tidak boleh diabaikan. Meskipun menawarkan hasil yang cepat dan memuaskan, risiko jangka panjang yang ditimbulkan oleh merkuri jauh lebih besar dan berbahaya. Kesadaran dan regulasi yang lebih ketat sangat diperlukan untuk melindungi konsumen dari bahaya ini. Keindahan sejati bukanlah hasil dari solusi instan yang berbahaya, melainkan dari perawatan yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Dalam jangka panjang, memilih produk yang bebas merkuri adalah langkah bijak untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit kita.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.