"Recharge Your Soul" : Membatik Ecoprint X Diskusi LSPF #2
Dalam Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga memiliki berbagai macam bidang divisi, dimana masing-masing bidang mempunyai program kerja yang nantinya akan dilaksanakan oleh para anggota dalam semasa kepengurusan aktif.
Kegiatan Recharge Your Soul merupakan salah satu bentuk realisasi dari program kerja Bidang Immawati dengan agenda Membatik Ecoprint dan program kerja bidang Riset Pengembangan Keilmuan (RPK) x Hikmah Kebijakan dan Publik dengan agenda Diskusi LSPF #2. Agenda ini diadakan pada Sabtu, 8 Juni 2024 di Yumiko Ecoprint. Dalam kegiatan ini telah dihadiri dan dimeriahkan oleh sekitar 17 orang teman-teman IMM.
Adapun agenda Recharge Your Soul dari bidang immawati kegiatannya berupa membatik ecoprint yang dipandu oleh Ibu Yusriani. Tujuan kegiatan tersebut untuk mengembangkan skill keputrian. Kegiatan ini diawali dengan penjelasan mengenai ecoprint itu sendiri. Pertama dijelaskan mengenai dua teknik ecoprint, yaitu, teknik pounding dan teknik steaming. Teknik pounding adalah teknik pembuatan motif pada kain yang paling sederhana, karena pembuatannya hanya dengan memukulkan palu atau batu ke atas daun atau bunga yang sudah ditata pada kain. Sedangkan teknik steaming adalah teknik yang dilakukan dengan mengukus kain yang sudah ditempeli daun-daun yang akan membentuk motif pada kain. Teknik steaming ini memberikan warna yang lebih tahan lama pada kain, sehingga pada kegiatan ecoprint ini dilakukan praktik dengan teknik ini. Penjelasan selanjutnya adalah pengenalan bahan-bahan alam yang biasa digunakan untuk ecoprint. Ecoprint ini merupakan prakarya yang ramah lingkungan, semua bahannya menggunakan alam dan bisa dikembalikan ke alam juga. Terdapat tiga zat pewarna yang biasa digunakan, yaitu tawas berwarna netral serupa dengan warna asli bahan alam, tunjung (H2SO4) berfungsi untuk menggelapkan warna asli bahan alam, dan tanin sebagai bahan pewarna alami. Kemudian penjelasan dilanjutkan mengenai langkah-langkah pembuatan ecoprint itu sendiri menggunakan teknik steaming. Setelah pemberian penjelasan teori kepada peserta selesai dilakukan, dilanjutkan praktik pembuatan ecoprint di atas totebag. Peserta sangat berantusias dalam menghias totebag menggunakan bahan-bahan alam yang telah tersedia. Pembuatan ecoprint ini berlangsung selama sekitar 2 jam yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi LSPF.
Adapun kegiatan dari bidang RPK dan Hikmah kegiatannya berupa diskusi fokus grub yang mana melibatkan peserta yang hadir lalu membentuk sebuah grub yang mana grubitu dibagi dibagi menjadi beberapa grub kecil, setiap grub akan membahas sebuah studi kasus yang sudah disajikan serta kita diskusikan bersama dan car akita mengambil sikap melalui kasus-kasus tersebut secara keilmuan dari fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan. Adapun kasus-kasus yang kami ambil dari berita di internet yang mana berita tersebut cocok untuk dijadikan bahan pembahasan diskusi, serta kami pastikan terlebih dahulu apakah sesuai dengan keilmuan dari fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan, contoh beritanya sebagai berikut; 1) Kisah Guru Honorer di Sulteng, Mengabdi 30 Tahun Baru Diangkat jadi PPPK, 2 Tahun Lagi Pensiun; 2) Honorer Guru dan Fresh Graduate Pendidikan Wajib Penuhi Syarat Ini Untuk Bisa Diangkat PPPK atau CPNS 2024; 3) Kouta PPPK 2024 Jabar Sangat Terbatas, Guru Honorer Cemas; 4) Gaji Masih Minim, Guru Cemas Pemotongan Tapera. Tujuan kegiatan ini untuk menjadikan para pengurus serta kader PK IMM FITK dapat menjadi titik awal yang baik guna memperdalam pemahaman mengenai tantangan dan potensi pendidikan dalam mempromosikan keadilan sosial dan pembebasan serta menelaah kajian dari buku Pendidikan Kaum Tertindas. Dalam "Pendidikan Kaum Tertindas," Paulo Freire menekankan pentingnya pendidikan yang memberdayakan dan membebaskan. Dalam konteks Indonesia saat ini, cerita-cerita mengenai guru honorer mencerminkan realitas ketertindasan dalam sistem pendidikan, di mana para pendidik sering kali terpinggirkan dan tidak mendapatkan hak-hak mereka. Untuk mengatasi tantangan ini dan memanfaatkan potensi pendidikan sebagai alat pembebasan; Peningkatan Penghargaan dan Pengakuan, Reformasi Birokrasi, Keadilan Distribusi, Peningkatan Kesejahteraan. Dengan mengatasi tantangan-tantangan ini, pendidikan di Indonesia dapat menjadi lebih inklusif dan adil, memberdayakan para pendidik dan, melalui mereka, generasi penerus bangsa untuk menjadi agen-agen perubahan sosial. Pendidikan yang memberdayakan dan adil akan mengarahkan pada terciptanya masyarakat yang lebih setara dan berkeadilan.
Dengan demikian, kegiatan “Recharge Your Soul” pada tanggal 8 Juni 2024 di Yumiko Ecoprint berhasil menciptakan pengalaman berharga dan pemahaman mendalam tentang pengetahuan yang didapatkan bagi para anggota IMM. Semoga kegiatan ini dapat terus memperkaya wawasan dan semakin mempererat ikatan persaudaraan.
Tidak ada komentar