Header Ads

Header ADS

Diskusi Hikmah Talks × Lingkar Studi Paulo Freire "Menyelami Konsep Pendidikan Ala Paulo Freire"

Hikmah Talks X Lingkar Studi Paulo Freire

Colaboration Of

Bidang Hikmah dan Kebijakan Politik X Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan

Kamis, 29 Febuari 2024, Bidang Riset & Pengembangan Keilmuan berkolaborasi dengan Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, telah melaksanakan kegiatan diskusi Hikmah Talks X Lingkar Studi Paulo Freire secara online via zoom meeting dengan tema “Menyelami Konsep Pendidikan Ala Paulo Freire”. Kegiatan diskusi ini menghadiri narasumber dari demisioner PK IMM FITK, yakni Hamasy Al-Qossam (demisioner PK IMM FITK 2021-2022) dan Laili Isna Fatkhurrahman (demisioner PK IMM FITK 2016) serta Kemal Pasha Wijaya anggota bidang RPK yang menjadi moderator. Tujuan kegiatan ini untuk menjadikan para pengurus serta kader PK IMM FITK dapat menjadi titik awal yang baik guna memperdalam pemahaman mengenai tantangan dan potensi pendidikan dalam mempromosikan keadilan sosial dan pembebasan.

Hamasy Al-Qosam sebagai narasumber 1 menyampaikan mengenai pemikiran filsafat pendidikan Paulo Freire. Paulo Reglus Neves Freire atau sering dipanggil Paulo Freirte ini merupakan tokoh filsuf dan pendidik asal Brazil pada tahun 1921-1997. Ia mengkritik mengenai konsep sekolah dan pendidikan gaya kolonial. Pada buku yang ia terbitkan “Pendidikan Kaum Tertindas”, menciptakan pokok pemikiran yaitu pendidikan sebagai praksis pembebasan, banking education, serta kesadaran. Dengan pokok pemikiran tersebut menunjukkan bahwa Paulo Freire memperjuangkan kesetaraan dalam sistem pendidikan, memberikan dedikasi untuk mereka yang tertindas, serta sistem pendidikan yang menekankan pembelajaran sebagai aksi kultural dan pembebasan.

Laili Isna Fatkhurrahman sebagai narasumber 2 menyampaikan mengenai pengalaman kegiatan Lembaga Forum Studi Freire (LFSF) yang pernah dilaksanakan di periode sebelumnya. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan LSPF periode tahun ini harus tetap dilaksanakan dan terus di kembangkan, dengan harapan terciptanya kader IMM yang proaktif dalam menyuarakan isu pendidikan, terutama pendidikan yang ada di Indonesia. 

Pada pemikiran Paulo Freire ini sangat relevan dengan pendidikan Indonesia saat ini, seperti dilaksanannya Kurikulum Merdeka. Pada kurikulum merdeka ini, memberikan kebebasan serta membiasakan peserta didik untuk berpikir kritis dan rasional. Dimana siswa dituntut untuk aktif dan kritis dalam permasalahan sosial yang terjadi serta bebas berekspresi sebagai sarana menaikkan level berpikir siswa agar lebih kritis dan rasional. Hal ini membuktikan bahwa pemikiran Paulo Freire mampu menjadi tolak ukur dalam mengkritisi isu pendidikan. Maka PK IMM FITK berharap kedepannya kegiatan diskusi ini dapat mewadahi kader dalam menyajikan solusi serta menjadi pemahaman baru sehingga mampu menciptakan kader yang intelektual, kritis, dan responsif .             

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.