Header Ads

Header ADS

Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini

Oleh: Shafira Aulia Ramadhanti

Perkembangan fisik motorik anak adalah salah satu perkembangan penting dalam tahap usia dini. Dimana seharusnya guru dan orang tua bekerjasama untuk mengembangkan motorik. Guru dan orang tua menstimulus anak dengan berbagai mainan menyenangkan untuk menumbuhkan rasa senang terhadap anak dan agar anak bisa tertarik untuk memainkannya. Dalam permainan, anak telah mengembangkan motorik. Perkembangan fisik motorik merupakan proses dimana seseorang berkembang dengan cara merespon yang menghasilkan suatu gerakan terorganisir dan terpadu. Keterampilan motorik bisa dilihat sebagai keberhasilan seseorang dalam melakukan keterampilan motorik.

Motorik dibagi menjadi dua yaitu motorik halus dan kasar. Motorik kasar yaitu gerakan menggunakan otot besar dan membutuhkan banyak tenaga, contohnya berlari, berayun, menendang. Motorik halus yaitu suatu gerakan tubuh yang menggunakan otot kecil dan bisa konsentrasi antara tangan dan mata. Contohnya  menggunting kertas, melipat kertas, dan meremas kertas.

Perkembangan fisik motorik adalah perkembangan yang signifikan pada anak. Menurut Hurlock, perkembangan fisik anak usia dini ada 4 aspek yaitu sistem syaraf yang berkaitan dengan perkembangan kecerdasan dan emosi. Otot-otot sangat mempengaruhi perkembangan kekuatan maupun kemampuan motorik. Kelenjar endokrin dapat menyebabkan pola-pola tingkah laku yang baru. Struktur tubuh meliputi berat, proporsi tubuh, dan tinggi.

Setiap anak memiliki perkembangan fisik yang berbeda-beda. Ada juga beberapa anak yang tumbuhnya cepat dan ada juga anak yang pertumbuhanya lambat. Hal ini bisa ditemukan pada anak usia dini yang tinggi badanya dan anak lain lebih pendek. Masa usia dini pertumbuhan tinggi badan, berat badan bisa seimbang secara bertahap karena tubuh anak juga akan mengalami perubahan. Di masa bayi anak dengan penampilan gemuk secara perlahan tubuhnya berubah menjadi langsing, kaki dan tangan dengan mulai memanjang.

Seiring juga dengan perkembangan fisik yang beranjak matang, perkembangan motorik sudah terkoordinasi dengan baik. Gerakannya sesuai dengan berbagai kebutuhannya atau minatnya. Masa tersebut ditandai dengan kelebihan gerak dan aktivitas yang di lakukan oleh anak. Anak menunjukkan gerakan-gerakan motorik yang lincah. Usia dini merupakan masa ideal untuk anak dapat belajar keterampilan yang berkaitan pada motorik. Contohnya berenang, main bola, berlari, melukis, dan menggambar.

Anak usia dini biasanya senang bermain. Anak tidak kenal lelah dalam bermain. Hal ini untuk melatih kemampuan fisik. Perkembangan fisik dapat diklasifikasikan dengan adanya 2 aspek yaitu ditinjau dari perkembangan motorik kasar dan halus.

A. Perkembangan motorik kasar

Menurut Baeaty kemampuan motorik kasa dimiliki seorang anak usia dini pada usia 4-6 tahun. Kompetensi terbagi menjadi 4 aspek yaitu berjalan dengan indikator berjalan turun atau naik tangga menggunakan kedua kaki untuk berjalan pada garis yang lurus dan berdiri dengan satu kaki, berlari menunjukkan kekuatan dan kecepatan berlari belok kanan atau kiri, melompat-lompat depan, ke belakang, ke samping. Memanjat naik turun tangga atau memanjat pohon. Tahapan kemampuan motorik kasar pada usia 3-4 tahun yaitu naik dan turun tangga, melompat dengan 2 kaki, melempar dan menendang bola, berlari dan merangkak merayap. Usia 4-6 tahun yaitu melompat, mengendarai sepeda, melakukan aktivitas terstruktur, main bola, menangkap dan melempar  bola, bermain olah raga ( memanjat, berayun, berlari dan sebagainya).

B. Perkembangan motorik halus

Mencakup kemampuan anak dengan menunjukan atau menguasai gerakan otot indah dengan bentuk koordinasi, kecekatan maupun ketangkasan dengan mengggunakan tangan dan jari jemari melalui kegiatan antara lain: meremas kertas, menjumput, meronce, menggunting, menjahit, mengancingkan baju, menali sepatu, menggambar, menempel dan lain-lain. Guru juga bisa membantu anak dalam mengembangkan kemampuan motorik halusnya dan bisa memanfaatkan media. Kemampuan motorik halus bisa jadi jembatan untuk anak dalam mengembangkan aspek kecerdasan jamak dengan kecerdasan kinestetik, tubuh bisa mencakup kemampuan, keterampilan, kepekaan dalam mengontrol atau mengoordinasi gerakan tubuh terampil dengan menggunakan peralatan yang dapat dimanfaatkan anak dalam melakuhkan aktifitas bermain. Secara aspek sosial kematangan motorik halus dapat membantu anak untuk menanamkan citra diri dengan sikap positif dalam bentuk kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang dan lingkunganya.

Tahap kemampuan motorik halus usia 3-4 tahun yaitu menggunakan krayon, menggunakan benda, memegang pensil, meniru membuat garis, meremas kertas (meniru gerakan orang lain). Usia 4-6 tahun yaitu menggunakan pensil, menggambar, memotong atau menggunting, menulis huruf cetak. Tujuan pengembangan motorik halus anak usia dini yaitu sebagai alat pengembangan keterampilan gerak dan tangan, anak membuat hasil karya asli dari anak, alat untuk pengembangan kecepatan melatih koordinasi mata dan tangan, kelenturan pergelangan tangan, kekuatan dan kelenturan jari-jari tangan, Menyeimbangkan penglihatan pada saat ibu guru memperagakan pengembangan motorik halus

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.