Header Ads

Header ADS

RTL SOFTSKILL DAD AKBAR 2021 (ESSAY) : MEMBANGUN PENDIDIKAN YANG MERDEKA DI MASA PANDEMI

 

Membangun Pendidikan yang Merdeka di Masa Pandemi

Oleh : Yumna Fathi Nuha

Bagi sebagian orang pendidikan itu tidak penting, terutama masyarakat yang tinggal didaerah pedesaan, atau perkampungan yang kecil, dan terpelosok. Mereka masih “tabu” terhadap pentingnya pendidikan itu sendiri. Mereka berpendapat bahwa menyekolahkan anak dapat membuang buang uang, sedangkan dengan bekerja mereka bisa menghasilkan uang. Apalagi dimasa pandemi ini, ekonomi kita sedang merosot. Banyak anak anak yang sebelumnya sekolah menjadi tidak sekolah, dikarenakan tidak adanya biaya untuk melanjutkan pendidikan.  Padahal pendidikan merupakan jembatan bagi kita untuk mengenal dunia yang luas ini. Dengan adanya pendidikan, kita dapat  membangun karakter dalam diri. Belajar menjadi pribadi yang sopan santun, bertanggung jawab, dan dewasa.

Dikarenakan adanya pandemi, pemerintah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap dirumah saja. Karena adanya himbauan tersebut, para guru memutar otak untuk memberikan pengajaran yang efektif. Salah satunya dengan memanfaatkan aplikasi yang ada untuk menunjang pembelajaran. Contohnya ada zoom, google meet, google classroom, bahkan saat ini banyak juga aplikasi pembelajaran online, seeperti ruang guru, zenius, quiper dan lain sebagainya. Diharapkan dengan adanya aplikasi yang membatu pembelajaran,pembelajaran menjadi lebih efektif dan terkendali.

Tetapi hal tersebut ternyata tidak berjalan mudah. Banyak anak anak yang mengeluh tidak paham, dikarenakan tidak mendapatkan pengajaran secara langsung. Mahalnya biaya kuota juga mempengaruhi pembelajaran. Selain itu, jaringan yang tidak mendukung membuat anak anak kesulitan dalam mengikuti zoom. Anak anak sulit untuk duduk tenang mengerjakkan tugas. Mereka cenderung meremehkan tugas yang diberikan oleh guru. Para orangtuapun kewelahan mengatur anak mereka untuk belajar. Tidak sedikit pula orang tua murid yang mempunyai pekerjaan kantoran, ataupun pekerjaan yang mengharuskan bekerja dari pagi sampai sore. Banyak dari mereka tidak memiliki waktu untuk memberikan pengajaran kepada anak. Bagi mereka yang bekerja kantoran ataupun yang bekerja dari pagi sampai sore, pembelajaran daring cukup menyulitkan karena mereka harus mengajari anak mereka mengerjakkan tugas juga.

Masuk ke pembahasan konsep merdeka belajar. Konsep merdeka belajar dicetuskan oleh menteri pendidikan Nadiem Makarim, dimana para guru dan murid murid dibebaskan untuk bisa mengembangkan bakat dan kreatifitas mereka. Sebenarnya, banyak yang meragukan konsep merdeka belajar itu sendiri. Seperti yang kita ketahui infrastruktur pendidikan kita masih kurang baik. Apalagi saat ini bumi kita sedang dilanda virus covid-19. Dimana mengharuskan anak anak untuk belajar dari rumah. Sebenarnya pembelajaran daring juga memiliki keterikatan pada konsep merdeka belajar. Di era 4.0 ini, perkembangan teknologi semakin maju. Yang mengharuskan anak anak untuk lebih mengenal tentang teknologi juga. Dalam industri 4.0 mempunyai basis data technology jadi informasi bisa diakses oleh semua orang. Beberapa konsep merdeka belajar antara lain asasmen kompetensi minimum, survei karakter, perluasan penilaian hasil belajar, pemerataan kualitas pendidikan hingga ke 3T. Asasmen kompetensi minimum diterapkan untuk menilai kompetensi secara mendalam, bukan semata-mata penguasaan konten saja.

Tujuan diadakannya konsep merdeka belajar adalah untuk memerdekakan guru dan siswa, dan menciptakan suasana yang bahagia. Konsep merdeka belajar juga sangat baik untuk mengembangkan pola pikir, sehingga anak anak dapat berpikir kritis dan terbuka. selain itu konsep merdeka belajar dapat meningkatkan inovasi dan penyelasaian masalah. Dengan konsep merdeka belajar pemerintah juga berharap agar anak anak dapat meningkatkan kecerdasannya, meningkatkan kemampuan kognitif , dan mampu menyelesaikan masalah dengan baik. Adapula kelebihan konsep merdeka belajar di dalam kampus, antara lain menjadikan dunia perkuliahan lebih fleksibel yang dimaksud disini adalah melepas belenggu kampus agar lebih mudah bergerak. Ada lagi kelebihan konsep belajar merdeka memberikan kesempatan mahasiswa untuk mendalami studi yang diambil. Dengan konsep merdeka belajar mahasiswa diharapkan mampu mendalami bidang studi yang diambil. Seperti halnya melakukan research dan penelitian secara mendalam pada mata kuliah yang diambil. Selain ilmu yang didapat pengalamanpun dapat membantu menambah relasi dan pemikiran yang luas. Ketiga, memberikan wadah kepada mahasiswa untuk terjun kemasyarakat. Kesempatan ini ditaksir dapat menyambut untuk lebih berkompeten dan terjun langsung ke lngkungan masayarakat. Keempat bisa mempersiapkan diri untuk terjun di dunia kerja. Program merdeka belajar sangat cocook dan pantas untuk mempersiapkan mahasiswa masuk ke dunia kerja.

Konsep merdeka belajar ternyata juga masih memiliki kekurangan. Antara lain, dinilai belum begitu matang dalam persiapan. Seperti yang kita ketahui, program pendidikan selalu berubah ubah, mengikuti menteri yang sedang menjabat. Maka dari itu, rencena konsep merdeka belajar ini ditakutkan akan berganti lagi seiring dengan bergantinya menteri pendidikan. Yang kedua pendidikan dan pembelajaran ynag belum terencana dengan baik. Prosedur pelaksaan pendidikan dan pengajaran dalam merdeka belajar belum mengulas tentang upaya peningkatan kualitas pendidikan yang dinilai cukup problematik. Pendidikan di Indonesia sendiri sedang berupaya meningkatkan sistem pembelajaran untuk mewujudkan suasana belajar bagi para peserta didik agar lebih aktif dala meningkatkan kemampuannya disegala bidang. Sehingga bisa dikatakan bahwa program merdeka belajar belum mengarah kepada sistem pendidikan dan pengajaran yang terencana dengan baik. Yang ketiga adalah persiapan SDM yang belum terstruktur. Program baru dalam dunia pendidikan tentunya memerlukan persiapan yang sistematis dan terstruktur. Namun, konsep merdeka belajar ini ditaksir masih baru dan belum cukup mampu untuk meyiapkan SDM sebagai pelaksana dalam program ini. Seperti yang kita tahu, melaksanakan dan merancang suatu program membutuhkan persiapan yang cukup panjang. Maka, dipastikan bahwa konsep merdeka belajar masi harus memerlukan sosialisasi dan persiapan yang lebih matang lagi.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.