Header Ads

Header ADS

RTL SOFTSKILL DAD AKBAR 2021 (ESSAY) : LIKA-LIKU DALAM MENDIDIK ANAK DI MASA PANDEMI COVID-19

 

Lika-Liku Dalam Mendidik Anak di Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Retno Sulistyowati

 

Badai pandemi hingga tahun 2021 ini belum usai juga. Hingga saat ini masih banyak terdengar berita duka akibat pandemi covid-19. Dengan adanya pandemi ini pemerintah membuat peraturan agar rakyatnya melakukan social distancing. Hal itu tentu mengejutkan semua orang. Salah satu kegiatan penting yang harus dilakukan dari rumah saja yaitu kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar yang dilakukan di rumah tentunya pengalaman baru bagi guru dan juga siswa. Hal tersebut cukup memunculkan kegelisahan baik di kalangan guru maupun orang tua. Dengan dilakukannya kegiatan belajar dari rumah, mau tidak mau orang tua harus menjadi guru bagi anak-anaknya. Orang tua harus mendampingi anak belajar jika ingin anak-anaknya dapat menerima pembelajaran dengan optimal selayaknya di sekolah.

 

Saat pembelajaran daring ini para guru dituntut untuk dapat beradaptasi dengamn keadaan yang ada, menyesuaikan diri dengan materi, dan dituntut untuk lebih kreatif lagi agar mereka dapat menarik perhatian anak untuk semangat belajar. Tak terkecuali guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang memiliki peran penting dalam membimbing pendidikan anak di usia emas.

 

Namun dalam pelaksanaannya, pembelajaran jarak jauh tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi yang menyangkut pembelajaran bagi anak usia dini. Untuk sekelas Taman Kanak-kanak dan Sekloah Dasar tentunya membutuhkan metode pembelajaran yang berbeda dengan jenjang yang lebih tinggi. Karena anak TK dan SD itu sedang dalam fase bermain sambil belajar. Maka dari itu guru dituntut untuk selalu memberikan energi positif kepada anak agar mereka senang ketika kegiatan belajar sedang berlangsung.

 

Mendidik anak usia dini tidak dapat dilakukan dengan hanya mengacu pada kurikulum saja. Namun anak perlu diberikan pendidikan dasar yang tidak diberikan di sekolah. Dalam hal ini diperlukan kerjasama antara orang tua dan guru agar pendidikan anak dapat tersampaikan dengan optimal. Karena guru dan orang tua merupakan penentu akan menjadi seperti apa anak kedepannya.

 

Di tengah pandemi ini peran orang tua sangat dibutuhkan dalam memberikan pendidikan kepada anak. Utamanya bertujuan untuk anak tetap memperoleh pendidikan dengan baik walaupun kondisi sedang diterpa pandemi. Namun saat ini banyak orang tua yang mengeluhkan bahwa mereka kerepotan dan kebingungan dalam mendidik anaknya. Keluhan yang biasanya disampaikan yaitu masih ada beberapa orang tua yang tidak memahami pelajaran anak, masih ada orang tua yang gaptek, sehingga tugas yang diberikan oleh guru terkadang tidak tersampaikan kepada siswa. Selain itu beberapa anak ada yang enggan belajar karena terlalu asyik bermain bersama teman-temannya. Memang benar, selama pembelajaran dilakukan dari rumah banyak anak yang merasa lebih santai karena tidak perlu pergi ke sekolah seperti dulu. Akibatnya banyak anak yang akhirnya menjadi malas untuk belajar.

 

Namun tentunya tetap ada solusi di balik setiap permasalahan yang ada. Saat ini sudah banyak kiat-kiat yang dapat dilakukan agar pembelajaran untuk anak dapat tersampaikan. Salah satunya yaitu, meskipun kegiatan pembelajaran dilakukan dari rumah, orang tua tetap dapat menerapkan jadwal kegiatan anak layaknya belajar di sekolah. Jadi anak tetap memiliki rasa disiplin dalam dirinya. Selain itu orang tua harus pandai dalam memilih waktu yang tepat untuk mengajak anak belajar, mengajak anak bermain namun tetap menyisipkan pendidikan di dalam permainannya. Sehingga anak tidak merasa terpaksa dalam belajar dan tetap mendapat pengetahuan.

 

Anak usia dini juga dapat belajar melalui meniru apa yang dilihat dan didengarnya. Karena anak merupakan peniru yang ulung. Maka dari itu orang tua harus selalu ingat dan sadar akan apa yang dilakukannya. Jika selama di rumah orang tua selalu menerapkan ha-hal positif maka dampak ke anak juga akan positif. Begitu pula sebaliknya, jika orang tua sering berteriak-teriak dan berperilaku kasar maka anak akan menganggapnya sebagai suatu hal yang biasa dan menerapkannya dalam kesehariannya.

 

Di era digital seperti ini anak juga tidak lekat dari gadget. Gadget ini juga dapat dijadikan alat untuk belajar, namun juga dapat menjadi penghambat anak untuk belajar. Orang tua harus pandai memanfaatkan gadget untuk belajar bukan untuk bermain saja. Orang tua dapat memanfaatkan sosmed untuk melatih rasa percaya diri anak dengan mengajak mereka bercerita dan merekamnya lalu diperdengarkan kembali. Hal ini dapat membuat anak menjadi senang dan dapat mengasah kemampuan berbicara anak.

 

Namun di kehidupan sekarang ini banyak orang tua yang memberikan gadget kepada anak karena mereka sibuk dan agar anaknya tidak mengganggu kesibukan orang tuanya. Biasanya anak-anak ini diberikan tontonan berupa hiburan saja. Yang penting anaknya diam dan tidak kemana-mana. Akan tetapi hal tersebut justru dapat menjadikan anak malas belajar dan ingin terus menonton jika tidak segera dihentikan kebiasaannya.

 

Dampak dari pandemi ini sebenarnya tidak semuanya negatif. Contohnya ada dampak positif dari kegiatan belajar dari rumah. Yang pertama yaitu orang tua dapat memanfaatkan hal ini untuk menerapkan pendidikan keluarga secara intens. Contohnya dengan mengajak anak melakukan diskusi kecil membahas tentang pendidikan di seklah mapun di rumah. Yang kedua adalah anak-anak dapat diawasi oleh orang tua secara langsung. Pada dasarnya setiap anak memiliki potensi yang tidak terbatas. Tetapi ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi apakah mereka pada akhirnya dapat memenuhi potensi tersebut. Keterlibatan orang tua sangat penting agar anak berprestasi di sekolah. Yang ketiga yaitu orang tua dapat berkolaborasi dengan guru dalam mengawasi anak ketika belajar dari rumah. Dan yang terakhir yaitu banyak bermunculan kreativitas dari orang banyak karena pandemi ini. Salah satunya banyak yang membuat terobosan baru penunjang belajar bagi para siswa.

 

Dari pembahasan di atas, maka diperoleh kesimpulan bahwa dalam mendidik anak, khususnya usia dini diperlukan strategi khusus agar anak- anak tetap nyaman belajar dan tetap mendapatkan ilmu pengetahuan di masa pandemi yang belum tahu kapan akhir berakhir. Yang terpenting adalah pendampingan dari orang tua sangat diperlukan anak dalam hal pendidikan ini. Orang tua lah yang menjadi pengarah anak agar sampai kepada tujuan awal yaitu mendapatkan bekal untuk menghadapi masa depan. Apalagi sekarang ini anak-anak banyak menghabiskan waktu di rumah saja selam pandemi.



 

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.