Header Ads

Header ADS

RTL SOFTSKILL DAD AKBAR 2021 (ESSAY) : MEMAKNAI KEMERDEKAAN DAN PROBLEM KEUMATAN

 

MEMAKNAI KEMERDEKAAN DAN PROBLEM KEUMATAN

Oleh: Hanifah

***

Dengan dihadapkan pada suatu masalah, manusia akan belajar. Dengan belajar menyelesaikan masalah, manusia akan tumbuh. Dari tahapan-tahapan itu lah manusia dapat mempertahankan hidupnya dan membangun peradaban baru. Tapi, tentu tidak semua orang benar-benar mampu belajar dari masalah. Sebab hanya orang-orang yang mampu beradaptasi lah yang mampu bertahan dari rintangan kehidupan.

Kebanyakan manusia akan mengeluh terlebih dahulu apabila mereka sedang mendapat kesulitan. Ada orang yang ketika ditimpa musibah walau kecil, sudah merasa dia lah orang yang paling terpuruk di dunia. Ada pula yang memilih lari dari masalah dengan cara-cara yang tidak dibenarkan oleh syariat Islam, seperti menggunakan narkoba, mengonsumsi miras, bahkan yang lebih parah adalah memilih untuk mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Ini semua terjadi disebabkan karena latar belakang seseorang yang tentu berbeda antara satu individu dengan individu yang lainnya. Di samping itu, pengaruh lingkungan yang kurang positif pun juga dapat memengaruhi bagaimana cara pandang seseorang dalam menyikapi permasalahan.

Tentu ini menjadi PR kita bersama, bagaimana agar fenomena tersebut dapat ditekan seminimal mungkin. Apalagi dalam kondisi dunia yang saat ini diselimuti pandemi, maka perlu adanya perbaikan, peningkatan dan pengembangan suasana lingkungan yang lebih positif, terutama dari segi religi dan spiritualitas. Salah satu caranya yaitu dengan membuat platform-platform digital yang dapat dengan mudah dijangkau dan diakses oleh tiap kalangan masyarakat. Diharapkan dengan adanya platform-platform tersebut, akan ada banyak orang yang merasa termotivasi dan tergerak untuk tidak mudah menyerah dan putus asa dalam menghadapi masalah.

 Topik yang di angkat dalam platform tersebut bisa beragam. Misalnya, berisi tentang tips and trick atau cara untuk menjaga emosi agar tetap stabil, cara menjaga kesehatan mental, langkah untuk menjaga kebugaran badan, maupun reminder atau pengingat diri agar selalu istiqomah dalam melaksanakan kebaikan. Dengan begitu, diharapkan masyarakat dapat menyibukkan diri dengan kegiatan yang lebih positif, alih-alih melakukan hal yang cenderung negatif dan tidak bermanfaat. Meski begitu, perlu adanya rujukan atau sumber referensi yang jelas dan terpercaya dalam menuliskan tips dan juga stepnya, tidak asal tulis saja. Sehingga tidak akan terjadi hal-hal di luar dugaan yang akan berakibat fatal.

Namun, pernahkah terpikirkan mengapa seseorang lebih memilih untuk melakukan hal-hal yang dilarang oleh syariat? Seolah-olah hidup di dunia adalah kemerdekaan abadi. Padahal, apa sebenarnya hakikat dari merdeka itu sendiri? Bagi kebanyakan orang, merdeka sering kali dimaknai dengan kebebasan. Tidak hanya lokal, tapi juga global, kemudahan dalam mengakses informasi yang ditawarkan oleh internet saat ini semakin membuat seseorang memiliki kebebasan yang lebih luas. Ini tentu akan menjadi sangat berbahaya apabila seseorang tidak mampu menggunakan internet dengan bijak.

Maka inilah makna dari merdeka. Merdeka adalah mengetahui apa yang seharusnya dilakukan, mengetahui apa yang seharusnya dipelajari, tanpa perlu diarahkan lagi. Sehingga, merdeka adalah mampu menjadi pahlawan bagi diri sendiri, rela berkorban agar terselamatkan dari murka Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan terhindar dari segala aktivitas yang tidak diridhoi-Nya. Setiap pahlawan selalu memiliki tantangan di zamannya sendiri-sendiri, dan setiap pahlawan pasti mengetahui siapa musuh mereka. Apabila meninjau situasi saat ini, maka musuh terbesar kita adalah nafsu.

Walaupun kita mengetahui bahwa sesuatu itu tidak baik dan dapat membawa kita pada kemudzaratan, selalu ada bisikan untuk tetap memilih sesuatu tersebut. Sehingga penting untuk selalu mempertebal keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah. Oleh karena itu, usaha yang dapat kita lakukan salah satunya yaitu mengembangkan dan mewujudkan pendidikan yang memerdekakan. Seperti yang pernah digagas oleh Bapak Pendidikan Nasional kita, Ki Hajar Dewantara, beliau menyampaikan bahwa pendidikan yang memerdekakan ialah pendidikan yang tetap mengajarkan moral, memberi kesempatan untuk merefleksikan ilmunya, dan tidak memaksakan apa yang tidak disenanginya. Sehingga peserta didik nantinya akan dapat mengembangkan keahliannya sesuai dengan passion yang dimiliki.

Dari situlah, pendidikan yang memerdekakan akan menjadikan manusia itu tumbuh. Bukan sekadar mempersoalkan hal-hal kecil yang sebenarnya sepele: bersekolah di sekolah yang favorit atau tidak, peringkatnya bagus atau tidak, atau nilai ijazahnya berapa. Lebih dari itu. Pendidikan yang merdeka akan menciptakan generasi penerus bangsa yang penuh dengan gagasan, pemikiran yang luas, karya luar biasa, dan perjuangan yang tak henti-hentinya mengharumkan tanah air. Sebab merdeka bukanlah kebebasan, melainkan keterbukaan (open minded).

Allah itu Maha Baik, maka Dia tidak mungkin menciptakan produk yang gagal. Allah juga tidak bilang bahwa Dia hanya menulis satu jalan cerita di kehidupan kita. Lika-liku hidup, cobaan maupun kenikmatan yang kita dapatkan, semua bisa kita usahakan. Dengan tetap berlandaskan pada keimanan dan ketaqwaan, senantiasa bersabar menghadapi cobaan, selalu berbuat kebaikan, dan tidak lupa untuk berdoa memohon petunjuk-Nya. Semua itu adalah ikhtiar yang dapat kita lakukan sebagai hamba sebelum akhirnya tawakkal pada ketetapan-Nya sebagai ujung dari usaha.

Jika kita ingin merasakan kebahagiaan, maka kita harus melewati terlebih dahulu kerasnya perjuangan. Zaman boleh berubah, namun karakter kita sebagai umat Islam harus terus tertanam. Perlu adanya strong reason yang jelas dari setiap aktivitas yang kita lakukan. Dengan begitu kita akan mampu menjadi pahlawan dan memerdekakan bagi diri sendiri. Jangan menyerah dengan adanya kegagalan saat berjuang. Gunakan itu sebagai pemicu dan proses mendidik, serta membina diri untuk menjadi lebih baik dan meraih kemerdekaan yang sesungguhnya. Merdeka adalah menikmati hidup yang sejahtera lahir dan batin. Mewujudkan kemerdekaan adalah perjuangan kita bersama.  Karena Tuhan tidak pernah bercanda untuk mempersiapkan hidup kita.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.