Header Ads

Header ADS

RTL SOFTSKILL DAD AKBAR 2021 (ESSAY) : PERAN MAHASISWA DALAM PENDIDIKAN DI MASA PANDEMIC COVID-19

Peran Mahasiswa Dalam Pendidikan di Masa Pandemic Covid-19

Oleh Ridwan Faqih Sihono

Pandemi Covid-19 adalah sebuah serangan virus yang tidak terlihat dan menyerang sistem kekebalan (imun) manusia. Covid-19 ini bisa menyerang di berbagai usia. Covid-19 ini pertama kali ditemukan pada akhir bulan Desember 2019 dan menyerang di semua negara pada Maret 2020, termasuk Indonesia.

Covid-19 ini parahnya menyerang di usia yang lanjut, imunnya lebih rendah dan memiliki penyakit komorbid (bawaan). Covid-19 ini mengingatkan kepada kita untuk menjaga kebersihan dan taat Proses Kunci Keselamatan seperti Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Selain menyerang imun manusia, ternyata covid ini juga menyerang sector yang lain seperti ekonomi, perdagangan, dan utamanya kegiatan Pendidikan di masa seperti ini.

Pandemi Covid-19 ini bisa dibilang merugikan bagi masyarakat kalangan menengah dan kebawah. Banyak orang-orang kehilangan pekerjaan mereka, Pemutusan Hubungan Kerja meningkat dan mencari pekerjaan pun susah sekali. Sungguh memprihatinkan sekali karena mereka yang terdampak oleh Covid-19 ini kebingungan besok mau makan apa dan kalau tidak memakai masker pun akan kena sanksi dan denda. Akibat kondisi seperti ini Masyarakat menjadi stress dan daya tahan tubuh menurun. Kalau masuk rumah sakit pun bukan karena penyakit Covid-19, mereka mengalami kelaparan dan memiliki gizi yang buruk.

Perdagangan di masa Pandemi Covid-19 ini sungguh memprihatinkan sekali. Daya jual beli masyarakat menurun karena masyarakat takut tertular covid-19, dan perihal ini mengakibatkan Pedagang mengalami kondisi sepi dan dagangannya tidak laris terbeli. Pekerjaan pedagang seperi ini bisa dibilang beresiko karena pedagang pun juga kebingungan bagaimana mengatur mobilitasnya dan takut kena Razia oleh Satpol PP. Biasanya pedagang missal dagang jam 7 dan bisa habis di jam 11 atau jam 12, Sekarang hasil pedagang jam seperti itu belum tentu habis, terkadang masih sisa-sisa.

Razia Satpol PP ini bisa dibilang merugikan sekali untuk pedagang kaki lima. Pedagang sudah menderita karena adanya Pandemi, PPKM, ditambah kena Razia terus, mengakibatkan ekonomi mereka menurun dan Kesehatan mulai terganggu. PPKM ini sungguh tidak efisien kalau diterapkan di negara manapun termasuk Indonesia. Aturan aturan PPKM ini tidak bisa ditaati masyarakat seperti jam malam. Jam malam bertujuan agar masyarakat tidak keluar rumah dan tetap stay dirumah, ini tidak berlaku untuk Covid ini sendiri. Covid ini bisa menyerang kapan saja dan tidak mengenal itu waktu pagi, siang, sore ataupun malam.

Selain menyerang ekonomi ternyata lebih parahnya covid-19 ini berimbas pada sector Pendidikan. Pendidikan di masa pandemi ini menggunakan sistem daring, siswa dapat mengikuti pembelajaran meskipun di rumah, dengan demikian siswa tidak perlu ke sekolah dan orang tua tidak khawatir anaknya terapapar virus covid-19. Keterampilan yang lain pun bisa siswa pelajari di rumah dan dibantu orang tua/ wali.

Pembelajaran jarak jauh (daring) memiliki banyak kekurangannya. Pertama siswa yang biasanya mendapatkan penjelasan dari guru, sekarang orang tua yang harus mengajari anak dalam belajar sebagai pengganti guru di kelas. Kebanyakan orang tua tidak mengerti dan mahir dengan materi yang disampaikan. Perbedaan zaman sudah pasti beda materi dan juga kecerdasan. Akibatnya banyak siswa terpaksa belajar dari internet, melihat tutorial dari youtube, dan siswa pasti mengalami kendala berupa sinyal dan juga kendala dalam berpikir mengakibatkan kecerdasan siswa menurun drastis.

Kedua, siswa lebih banyak menghabiskan waktu untuk bertatapan dengan Handphone atau laptop hal ini tentu saja sangat berbahaya untuk fisik dan kesehatan siswa. Siswa menjadi kurang banyak bergerak dan mata pun mudah capek dengan selalu memantau layer smartphone atau laptop. Ketiga, siswa menjadi malas. Kebanyakan Pembelajaran jarak jauh ini tidak benar-benar dimanfaatkan sepenuhnya dengan siswa. Siswa lebih asyik bermain game online demi mengejar rank mereka dan melupakan kewajiban mereka untuk belajar. Hal ini tentu saja berbahaya dan kecerdasan siswa pasti merosot.

Kelima, Jaringan yang belum memadai. Jaringan (sinyal) ini adalah hal yang selalu dipemasalahkan siswa dalam pembelajaran jarak jauh (daring).Kalau tidak memiliki sinyal resikonya siswa tidak akan bisa belajar dan guru pun memberi materi dan penjelasan lewat media sosial. Keenam Terbatasnya akses Handphone atau laptop untuk siswa. Masih banyak ditemukannya pelajar di negara Indonesia yang masih belum memiliki handphone atau laptop untuk pembelajaran. Perihal ini sering ditemukan di masyarakat kalangan bawah dan masyarakat daerah pelosok.

Ketujuh Siswa sulit untuk berinteraktif. Hal ini selalu terjadi, terkadang saat pembelajaran luring pun siswa memiliki kesulitan untuk berinteraktif dengan guru mata pelajaran ditambah sekarang dengan pembelajaran daring malah jauh lebih sulit lagi.Banyak siswa di negara Indonesia memiliki kendala seperti ini. Guru mata pelajaran hanya menjelaskan secara cepat dan tidak rinci. Hal ini tentu saja menyulitkan siswa dalam berpikir dan memahami pelajaran yang diberikan oleh guru.

Begitulah kondisi Ekonomi, Perdagangan dan Pendidikan sungguh memprihatinkan.. Mau sampai kapan kita akan mengalami kondisi seperti ini terus. PPKM setiap minggu diperpanjang terus menerus, dan masyarakat kalangan bawah selalu bertanya tanya kapan PPKM dan Pandemi Covid-19 ini selesai. Kita tetap bersyukur di masa PPKM kasus covid-19 ini berkurang dan ini kita tetap harus waspada dan tetap membaca berita positif.

Kita sebagai mahasiswa dan calon pendidik harus bergerak untuk mengurangi dampak covid-19 ini. Seperti mensukseskan vaksinasi Covid-19 ini, kita harus mendukung program pemerintah dan mensukseskan progam vaksinasi ini. Vaksinasi bertujuan untuk herd immunity. Jangan menolak untuk divaksin karena vaksin itu aman.

Ekonomi harus kita hidupkan Kembali. Melihat pedagang yang sepi pembeli dan daya beli menurun kita bantu dengan membeli dagangannya, entah itu sedikit atau banyak penjual pasti Bahagia. Kalau kita tidak membantu siapa lagi, ayo kita bantu yang mengalami kesusahan. Pandemi akan selesai kalau kita saling membantu.

Pendidikan boleh daring tapi semangat kita jangan sampai miring. Belajarlah yang rajin dan menambah soft skill seperti mencuci baju, menyetrika baju dan bagus lagi kalau belajar memasak. Pendidikan daring tidak mengajarkan kita bermain game atau nonton drama korea terus menerus sampai lupa pelajaran sekolah. Hargailah waktu dan terus berkarya untuk masa depan, kalau bukan kita siapa lagi. Ayo majukan negara Indonesia dengan prestasi.

 

 

 

  

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.